![]() |
| Mendikbud RI, Anies Baswedan |
“Kalau UN
hanya menghasilkan low order thinking,
akan sama saja tidak ada peningkatan. Karena itu, kualitas soal UN akan
ditingkatkan”
Anies R. Baswedan
(Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia)
Pernyataan Mendikbud di atas merupakan tengara bahwa
soal UN tahun 2015 akan lebih sulit daripada soal-soal UN tahun sebelumnya.
Soal-soal yang membutuhkan low order
thinking skill (keterampilan berpikir tingkat rendah) akan digantikan oleh
soal-soal yang membutuhkan higher order
thinking skill (keterampilan berpikir tingkat tinggi). Maksudnya¸ soal UN
tahun ini akan lebih memeras otak daripada soal-soal UN sebelumnya. Menurut
kisi-kisi UN tahun 2015, akan ada sekitar 20% soal sukar. Bandingkan dengan UN
tahun 2014 yang hanya mencakup 10% soal sukar. Bahkan, soal-soal tersebut
adalah soal bertaraf internasional. Seperti apa soal-soal yang masuk kategori higher order thinking skill?
Untuk mengetahui jenis
soal kategori higher order thinking skill,
perlu diketahui bahwa soal memiliki tingkatan sesuai dengan kesulitannya.
Menurut pakar, soal-soal tertulis dibedakan menjadi enam tingkatan sesuai
tingkat kesulitannya. Soal termudah digolongkan dalam tingkat cognitive 1 (C1), kemudian
berturut-turut meningkat hingga C2, C3, C4, C5, dan yang tersulit C6. Hnya lima
tingktan yang umumnya dibuat pilihan ganda. Berikut lima tingkatan yang
dimaksud.
1. Soal
Pengetahuan (C1)
Ini tingkatan paling rendah. Soal ini dibuat untuk
menguji kemampuan siswa dalam mengingat kembali
materi yang pernah dipelajari. Soal-soal seperti ini termasuk
klasifikasi mudah.
2. Soal Pemahaman
(C2)
Untuk menjawab soal ini, siswa harus memahami materi
bukan sekadar hafal. Soal ini banyak ditemukan dalam UN. Latihan yang banyak
diperlukan untuk menjawab soal ini. Soal-soal seperti ini masuk klasifikasi
sedang.
3. Soal Penerapan
(C3)
Pada tingkatan ini, siswa dituntut untuk menerapkan
prinsip dan konsep yang pernah dipelajari. Sama seperti soal pemahaman,
diperlukan latihan yang banyak dan soal-soal ini termasuk klasifikasi sedang.
4. Soal Analisis
(C4)
Ini soal klasifikasi sulit. Soal ini menuntut siswa
untuk melakukan analisis sebelum memilih jawaban. Jika analisis siswa benar,
maka pasti jawabannya benar pun juga sebaliknya. Siswa harus teliti saat
mengerjakan soal semacam ini. Soal-soal analisis biasanya beupa tabel, grafik,
gambar, bagan, atau wacana.
5. Soal Sintesis
(C5)
Untuk menyelesaikan soal ini, siswa harus berpikir
lebih keras. Sama seperti soal analisis, soal ini umumnya berupa tabel, gambar,
bagan , atau wacana dan termasuk soal klasifikasi sulit.
Dari kelima tingkatan
di atas, soal C4 dan C5 memerlukan proses berpikir lebih kritis. Soal C4 dan C5
inilah yang dapat digolongkan sebagai higher
order thinking skill. Pembiasaan sangat dibutuhkan oleh para siswa dalam
menghadapi soal semacam ini.
Referensi:
- Abadi, Rinawan dan Teo Sukoco. 2015. Detik-detik
ujian nasional ilmu pengetahuan alam tahun pelajaran 2014/2015. Klaten: PT
Intan Pariwara.
See more at: www.riskiawanfikri.blogspot.com

0 komentar:
Posting Komentar