Kamis, 19 Maret 2015

Pendidikan: Higher Order Thinking Skill (HOTS) pada UN 2015

Mendikbud RI, Anies Baswedan 

“Kalau UN hanya menghasilkan low order thinking, akan sama saja tidak ada peningkatan. Karena itu, kualitas soal UN akan ditingkatkan”

Anies R. Baswedan (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia)



Pernyataan Mendikbud di atas merupakan tengara bahwa soal UN tahun 2015 akan lebih sulit daripada soal-soal UN tahun sebelumnya. Soal-soal yang membutuhkan low order thinking skill (keterampilan berpikir tingkat rendah) akan digantikan oleh soal-soal yang membutuhkan higher order thinking skill (keterampilan berpikir tingkat tinggi). Maksudnya¸ soal UN tahun ini akan lebih memeras otak daripada soal-soal UN sebelumnya. Menurut kisi-kisi UN tahun 2015, akan ada sekitar 20% soal sukar. Bandingkan dengan UN tahun 2014 yang hanya mencakup 10% soal sukar. Bahkan, soal-soal tersebut adalah soal bertaraf internasional. Seperti apa soal-soal yang masuk kategori higher order thinking skill?
            Untuk mengetahui jenis soal kategori higher order thinking skill, perlu diketahui bahwa soal memiliki tingkatan sesuai dengan kesulitannya. Menurut pakar, soal-soal tertulis dibedakan menjadi enam tingkatan sesuai tingkat kesulitannya. Soal termudah digolongkan dalam tingkat cognitive 1 (C1), kemudian berturut-turut meningkat hingga C2, C3, C4, C5, dan yang tersulit C6. Hnya lima tingktan yang umumnya dibuat pilihan ganda. Berikut lima tingkatan yang dimaksud.

1.    Soal Pengetahuan (C1)
Ini tingkatan paling rendah. Soal ini dibuat untuk menguji kemampuan siswa dalam mengingat kembali  materi yang pernah dipelajari. Soal-soal seperti ini termasuk klasifikasi mudah.
2.    Soal Pemahaman (C2)
Untuk menjawab soal ini, siswa harus memahami materi bukan sekadar hafal. Soal ini banyak ditemukan dalam UN. Latihan yang banyak diperlukan untuk menjawab soal ini. Soal-soal seperti ini masuk klasifikasi sedang.
3.    Soal Penerapan (C3)
Pada tingkatan ini, siswa dituntut untuk menerapkan prinsip dan konsep yang pernah dipelajari. Sama seperti soal pemahaman, diperlukan latihan yang banyak dan soal-soal ini termasuk klasifikasi sedang.
4.    Soal Analisis (C4)
Ini soal klasifikasi sulit. Soal ini menuntut siswa untuk melakukan analisis sebelum memilih jawaban. Jika analisis siswa benar, maka pasti jawabannya benar pun juga sebaliknya. Siswa harus teliti saat mengerjakan soal semacam ini. Soal-soal analisis biasanya beupa tabel, grafik, gambar, bagan, atau wacana.
5.    Soal Sintesis (C5)
Untuk menyelesaikan soal ini, siswa harus berpikir lebih keras. Sama seperti soal analisis, soal ini umumnya berupa tabel, gambar, bagan , atau wacana dan termasuk soal klasifikasi sulit.

            Dari kelima tingkatan di atas, soal C4 dan C5 memerlukan proses berpikir lebih kritis. Soal C4 dan C5 inilah yang dapat digolongkan sebagai higher order thinking skill. Pembiasaan sangat dibutuhkan oleh para siswa dalam menghadapi soal semacam ini.

        Referensi:
  • Abadi, Rinawan dan Teo Sukoco. 2015. Detik-detik ujian nasional ilmu pengetahuan alam tahun pelajaran 2014/2015. Klaten: PT Intan Pariwara.

See more at: www.riskiawanfikri.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar